8.7.11

[media-jambi] Hiburan ala Ketoprak Tokoh



Image Para tokoh nasional seperti Ketua MK Mahfud MD, Menpora Andi Mallarangeng, Wakil Gubernur Jawa Barat Dede Yusuf, Dirjen Pemasaran Kemenbudpar Sapta Nirwandar, anggota DPR Tantowi Yahya, Dirut Telkom Rinaldi Firmansyah, Dekan FE UI Firmanzah dan Pemimpin Perusahaan Harian Seputar Indonesia (SINDO) Syafril Nasution tampil dalam Ketoprak Jenaka di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, tadi malam.

JAKARTA– Apa jadinya bila tokoh nasional bermain ketoprak? Saling sindir di atas panggung bermunculan, yang akhirnya mengundang gelak tawa penonton.

Tokoh nasional seperti Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD, Menpora Andi Mallarangeng, Wakil Ketua MPR Melani Leimena Suharli,Wakil Gubernur Jawa Barat Dede Yusuf, anggota DPR Tantowi Yahya, Dirjen Pemasaran Kementerian Budaya dan Pariwisata Sapta Nirwandar, serta Dirut Telkom Rinaldi Firmansyah tadi malam tampil dalam Ketoprak Jenaka dengan lakon Sumpah Palapa Gajah Mada.

Mereka tampak luwes, tanpa canggung memainkan peran masing-masing.Tanpa dinyana, mereka juga berani berimprovisasi di panggung Graha Bhakti Budaya Taman Ismail Marzuki. Berkali-kali para tokoh yang sehari-harinya bergelut dengan kesibukan masing- masing, mampu mengocok perut penonton.

Pada adegan pertama misalnya, ketika Ratu Dyah Gayatri (Melani Leimena) memimpin rapat besar sepeninggal Raja Jayanegara, kekakuan dialog yang sesuai dengan naskah, pecah oleh celoteh Tarzan yang berperan sebagai Ra Warak. Ketika Ratu Gayatri sedang berdialog dengan para Nayaka, tiba-tiba Tarzan menyentil dengan enaknya."Kalau seperti ini,kok malah kaya ketoprak beneran, ya,"celetukTarzan.

Celoteh Tarzan inilah yang barangkali memancing para pemain lain untuk kemudian bisa lebih bebas berimprovisasi. Terkadang mereka melakukan sentilan kepada para tokoh yang berperan sesuai dengan kehidupan nyata. Seperti Tantowi Yahya yang berperan sebagai Adityawarman. Kepada Ratu Dyah Gayatri yang berpakaian serbakuning, langsung disentil oleh Tantowi dengan gurauannya.

"Terima kasih, bunda sekarang sudah memakai baju warna kuning (Golkar). Ngomongngomong, Nazaruddin ke mana, ya," sentil Tantowi, mengkritik Melani Leimena yang berasal dari Partai Demokrat. Sentilan-sentilan para tokoh yang berasal dari partai politik pun terus dilakukan.

Bahkan ketika Gajah Mada (Dede Yusuf) yang harus berhadapan dengan Raja Sadeng Keta yang diperankan Andi Mallarangeng, beberapa kali Dede Yusuf menyebutnya dengan Dewan Pembina (Demokrat). Saling kritik dan sindir yang dilakukan para pemain Ketoprak Jenaka memang tidak ada dalam naskah.Semuanya berjalan apa adanya di atas panggung.

Improvisasi para pemain ini patut diacungi jempol.Lontaran dan sindiran ini kerap dilakukan Tantowi Yahya.Ketika Patih Arya Tadah (Mahfud MD) mengajukan pengunduran diri menjadi Patih Majapahit karena merasa sudah terlalu tua misalnya, dengan santai Tantowi melarang.

"Masih banyak kasus yang belum terselesaikan, Kakang Patih,"ujarnya."Iya benar.Masih ada juga kasus surat palsu," celetuk yang lain. Mahfud MD dalam perannya malam tadi tampil tak kalah jenaka. Beberapa kali dia salah menyebut dirinya sebagai Aryaduta (seharusnya Arya Tadah).

Dan ketika dia diminta Dyah Tribuana Tunggadewi untuk menutup rapat besar Majapahit,secara santainya dia menutup rapat dengan gaya menutup sidang. "Dengan ini sidang saya tutup,tok..tok..tok,"ujar Mahfud MD disambut gelak penonton.

Ketoprak Jenaka lakon Sumpah Palapa Gajah Mada nantinya akan ditayangkan di MNC TV pada 17 Juli 2011.Tayangan ini sekaligus bisa mengobati rindu pemirsa akan sebuah tayangan kesenian tradisional dalam konsep ketoprak jenaka.

Samakan Potensi

Wakil Gubernur Jawa Barat Dede Yusuf mengatakan, pencapaian masa keemasan Majapahit di tangan Maha Patih Gajah Mada hendaknya menjadi sebuah inspirasi besar bagi Indonesia untuk memperkukuh persatuan.

Ketoprak Jenaka HUT SINDO dengan lakon Sumpah Palapa Gajah Mada,menjadi salah satu pengingat sejarah,bahwasanya Nusantara pernah berjaya dengan keberhasilan Majapahit mengusai seperempat Asia di bawah panji Majapahit.

"Saya pikir ini merupakan momentum yang sangat baik. sebuah awal ketika Nusantara digerakkan oleh kekuatan besar di bawah Majapahit.Dan saya pikir, ini bisa menjadi inspirasi bagi Indonesia untuk turut menyatukan semua potensi yang ada, termasuk budaya, adat istiadat untuk menjadi bangsa yang besar,"tegas Dede Yusuf sebelum pentas Ketoprak Jenaka HUT SINDO di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki (TIM),tadi malam.

Dede Yusuf yang dalam Ketoprak Jenaka berperan sebagai Maha Patih Gajah Mada, merasakan bahwa atmosfer saat ini cocok dengan tema lakon Sumpah Palapa Gajah Mada. Indonesia, tegas Dede, perlu mengingat kekuatan seperti tekad yang dikumandangkan Gajah Mada dulu.

Dengan konsep Ketoprak Jenaka, tema yang sepertinya terdengar berat, mampu dikemas dalam sajian ketoprak berdurasi dua jam dengan sangat jenaka. Para penonton dibuat terpingkal-pingkal dengan polah tingkah pemain di atas panggung. Deretan pelawak senior seperti Marwoto, Mamiek Prakoso, Kadir,Doyok,Tessy,Tarzan, Eko DJ, Polo mampu memecah kekakuan yang sempat dialami pemeran dari para tokoh nasional.

Mereka mampu membuat nuansa yang segar dalam pertunjukan ini. Sutradara sekaligus penulis naskah Ketoprak Jenaka Sumpah Palapa Gajah Mada,Aries Mukadi, mengatakan bahwa Ketoprak Jenaka menjadi salah satu cara melestarikan kebudayaan, khususnya seni tradisional.

Benang merah dari cerita- cerita ketoprak ini dan filosofinya masih tetap dipertahankan. Namun untuk sisi humor, diperbanyak dalam setiap adegan untuk membuat pergelaran ketoprak semakin menghibur.

http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/411369/

Berbagi berita untuk semua

http://goo.gl/KKHti

http://goo.gl/fIWzb



__._,_.___


http://media-jambi.blogspot.com



Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

0 komentar: